THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Rabu, 30 Desember 2009

Kue dalam Etalase

suatu hari aku dan teman2ku duduk2 di pelataran depan kelas. waktu itu jam kosong, sebenernya diisi untuk penyuluhan akmil. tapi berhubung kita gak minat, jadi mending diem di kelas. gak tau kenapa salah satu temenku ngomongin sodaranya yang sekolah di suatu sekolah di Malang. dia cerita kalo temen2 sodaranya itu bener2 uda menerapkan gaya hidup western, terutama sex bebas. tapi untungnya sodaranya itu gak terjerumus kayak temen2nya, dan JANGAN SAMPE.. kita yang dengerin ceritanya aja sampe merinding dan malu sendiri. aku gak tau kenapa orang yang ngelakuinnya begitu santainya ngejalanin gaya hidupnya.

setelah cerita itu, temenku cerita nasihat2 ibunya. salah satu yang paling mengena ke kita adalah kata yang berisi :
"gadis yang masih virgin itu seperti kue dalam etalase. dia dikemas dalam bentuk yang cantik, menarik, dilindungi dengan baik dan rasanya sangat enak. pasti harganya sangat mahal karena dia terlihat luxurious. dan biasanya hanya orang dengan kemampuan menengah ke atas yang mampu membelinya. beda dengan kue pasar yang hanya ditaruh dalam nampan dan digeletakkan di meja, bahkan terkadang tanpa penutup. kadang ada lalat yang menghampiri, bentuknya biasa saja, rasanyapun terkadang enak terkadang biasa saja. dan pastinya harganya terjangkau, siapa saja dapat membelinya.."

mendengar itu, kita pun hanya bisa berdoa :
"Ya Allah, semoga kami selalu menjadi kue dalam etalase sampai datang seseorang pilihan-Mu yang pantas membeli dan memakan kami dengan uang yang halal atas ridho-Mu. Amien."

bagi temen2 yang kurang sependapat atau tersinggung atas tulisan ini, saya mohon maaf sebesar2nya kerena saya tidak bermaksud untuk menyakiti. ini hanya opini saya dan saya hanya ingin share opini ini.

thanks



0 komentar: